Header Ads Widget



Berolahraga di gym sering dianggap sebagai cara terbaik untuk meningkatkan kebugaran dan membentuk tubuh. 

Namun tidak sedikit orang yang tiba-tiba merasa pusing, pandangan menggelap, bahkan hampir pingsan saat latihan. 

Kondisi ini bisa cukup menakutkan, terutama jika terjadi di tengah sesi latihan yang intens.

Dalam dunia medis, kondisi hampir pingsan dikenal sebagai presyncope. Ini adalah sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan sementara pada aliran darah, oksigen, atau keseimbangan energi. 

Berikut beberapa penyebab ilmiah mengapa seseorang bisa hampir pingsan saat ngegym.

1. Tekanan Darah Turun Mendadak

Salah satu penyebab paling umum adalah penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. 

Saat melakukan latihan berat seperti squat, deadlift, atau latihan intensitas tinggi, pembuluh darah dapat melebar dan distribusi darah berubah cepat.

Jika tubuh tidak mampu menyesuaikan tekanan darah dengan cepat, aliran darah ke otak bisa berkurang sementara. 

Akibatnya muncul gejala seperti pusing, mual, telinga berdenging, hingga pandangan berkunang-kunang.

2. Kurang Makan Sebelum Latihan

Tubuh membutuhkan energi untuk berolahraga. Jika seseorang datang ke gym dalam kondisi perut kosong atau terlalu lama tidak makan, kadar gula darah bisa turun.

Kondisi yang disebut hipoglikemia ini membuat otak kekurangan bahan bakar utama yaitu glukosa. 

Gejalanya bisa berupa lemas, gemetar, keringat dingin, dan rasa seperti akan pingsan.

Karena itu, disarankan mengonsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan protein sekitar 1–2 jam sebelum latihan.

3. Dehidrasi

Banyak orang meremehkan kebutuhan cairan saat olahraga. Padahal saat latihan, tubuh kehilangan cairan melalui keringat.

Jika cairan tubuh berkurang terlalu banyak, volume darah juga menurun. Ini membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. 

Dampaknya bisa berupa pusing hingga hampir pingsan.

Minum air yang cukup sebelum, selama, dan setelah latihan sangat penting untuk menjaga stabilitas tubuh.

4. Teknik Pernapasan yang Salah

Beberapa orang tanpa sadar menahan napas saat mengangkat beban berat. Teknik ini dikenal sebagai Valsalva maneuver.

Menahan napas terlalu lama bisa meningkatkan tekanan di dalam dada dan menghambat aliran darah kembali ke jantung. 

Akibatnya, suplai darah ke otak bisa berkurang sementara, memicu rasa pusing atau hampir pingsan.

Karena itu, penting untuk mengatur napas dengan benar: tarik napas saat menurunkan beban dan hembuskan saat mengangkatnya.

5. Latihan Terlalu Memaksakan Diri

Ambisi untuk cepat mendapatkan hasil sering membuat seseorang memaksakan tubuh melewati batas kemampuannya. Padahal tubuh memiliki kapasitas adaptasi yang bertahap.

Latihan yang terlalu berat tanpa pemanasan yang cukup dapat membuat sistem kardiovaskular “kaget”. 

Tubuh pun memberi sinyal melalui rasa pusing, lemas, atau hampir pingsan.

Pendekatan terbaik adalah meningkatkan intensitas latihan secara bertahap agar tubuh mampu beradaptasi dengan aman.

***

Hampir pingsan saat ngegym bukan sekadar kejadian sepele. Ini adalah tanda bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan, baik karena energi yang kurang, dehidrasi, tekanan darah turun, teknik napas yang salah, atau latihan yang terlalu berat.

Mendengarkan sinyal tubuh adalah bagian penting dari olahraga yang sehat. 

Dengan persiapan yang tepat—makan cukup, hidrasi yang baik, teknik latihan yang benar, dan intensitas yang terkontrol—aktivitas gym bisa memberikan manfaat maksimal tanpa membahayakan kesehatan.

Post a Comment

Kasih koment di sini bro, met nikmatin isi blognya ya, keep safety