Header Ads Widget


Selesai latihan di gym, rasa lapar biasanya datang cukup kuat. 

Tubuh baru saja menghabiskan energi, otot mengalami stres mekanis, dan metabolisme sedang bekerja lebih aktif. 

Banyak orang kemudian memilih makan bakso karena mudah ditemukan, rasanya enak, dan terasa “mengenyangkan”.

Namun pertanyaannya: apakah makan seporsi bakso setelah gym benar-benar baik untuk tubuh? 

Jika dilihat dari sisi kalori, komposisi gizi, dan kebutuhan tubuh setelah olahraga, jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak.

Mari kita lihat dari sudut pandang ilmiah.

1. Kebutuhan Tubuh Setelah Latihan

Setelah olahraga, tubuh membutuhkan dua hal utama: energi untuk mengganti kalori yang terbakar dan protein untuk memperbaiki jaringan otot.

Selama latihan beban atau kardio intensitas sedang selama sekitar 60 menit, seseorang bisa membakar sekitar 300–500 kalori, tergantung berat badan dan intensitas latihan.

Idealnya, makanan setelah olahraga mengandung kombinasi karbohidrat dan protein untuk membantu pemulihan otot serta mengisi kembali cadangan energi tubuh.

2. Berapa Kalori Seporsi Bakso?

Seporsi bakso standar biasanya terdiri dari beberapa komponen: bakso daging, mie atau bihun, tahu, dan kuah.

Jika dihitung secara kasar:

  • 5 butir bakso sapi: sekitar 200–250 kalori
  • Mie atau bihun: sekitar 150–200 kalori
  • Tahu dan pelengkap: sekitar 50–80 kalori
  • Kuah dan bumbu: sekitar 30–50 kalori

Totalnya, seporsi bakso bisa mencapai sekitar 400–550 kalori.

Dari sisi energi, jumlah ini sebenarnya cukup untuk menggantikan sebagian kalori yang hilang selama latihan.

3. Kandungan Protein dari Bakso

Bakso terbuat dari daging sapi yang mengandung protein, tetapi biasanya sudah dicampur tepung tapioka. Akibatnya kandungan proteinnya tidak setinggi daging murni.

Seporsi bakso rata-rata hanya menyediakan sekitar 15–20 gram protein.

Padahal untuk pemulihan otot setelah latihan, tubuh idealnya membutuhkan sekitar 20–30 gram protein dalam satu waktu makan. 

Artinya, bakso memang memberi protein, tetapi jumlahnya sering kali masih kurang optimal.

4. Kandungan Garam yang Cukup Tinggi

Hal yang sering terlupakan adalah kandungan natrium atau garam dalam bakso. Kuah bakso biasanya cukup asin karena menggunakan kaldu, garam, dan penyedap rasa.

Asupan natrium yang tinggi memang bisa membantu mengganti elektrolit yang hilang lewat keringat, tetapi jika berlebihan juga dapat meningkatkan retensi cairan dan membuat tubuh terasa kembung.

Karena itu, mengonsumsi bakso terlalu sering setelah gym bukan pilihan paling ideal.

5. Efektivitas untuk Pemulihan Tubuh

Dari sisi kalori, seporsi bakso sebenarnya cukup untuk menggantikan energi yang terbakar saat latihan. Dari sisi protein, masih lumayan tetapi tidak maksimal untuk pertumbuhan otot.

Bakso bisa menjadi pilihan sesekali, terutama jika dipadukan dengan tambahan protein lain seperti telur rebus atau minum susu setelahnya.

Bagi orang yang serius membangun massa otot, makanan dengan protein lebih tinggi seperti ayam, telur, ikan, atau susu biasanya lebih efektif untuk membantu proses recovery.

-00-

Makan seporsi bakso setelah gym tidak sepenuhnya buruk. Kalorinya cukup untuk mengisi kembali energi tubuh, dan tetap memberikan sedikit protein bagi otot.

Namun jika tujuan latihan adalah meningkatkan massa otot atau mempercepat pemulihan, bakso bukan pilihan paling optimal karena kandungan proteinnya relatif rendah dan natriumnya cukup tinggi.

Dalam dunia olahraga, makanan setelah latihan bukan hanya soal kenyang. Yang lebih penting adalah bagaimana makanan tersebut membantu tubuh pulih, memperbaiki otot, dan membuat latihan berikutnya menjadi lebih efektif.

Post a Comment

Kasih koment di sini bro, met nikmatin isi blognya ya, keep safety