Kalian para cowok pasti pernah bertanya-tanya dalam hati: apa perempuan juga bisa “sange” sekejam cowok?
Apa mereka juga suka ngelamunin kontol keras, badan atletis, atau malah nonton bokep diam-diam seperti kebanyakan laki-laki?
Jawabannya singkat: ya, sangat bisa.
Tingkat gairah seksual perempuan dan laki-laki sebenarnya tidak jauh berbeda secara biologis.
Yang membedakan hanyalah ekspresi perilaku, intensitas subjektif, dan tekanan sosial-budaya yang jauh lebih berat pada perempuan untuk menutupi hasrat seksual mereka.
Saat memasuki pubertas, aktivasi sistem limbik dan sumbu HPA membuat dorongan seksual perempuan melonjak tajam, sama seperti laki-laki.
Mereka juga mengalami dorongan visual yang kuat terhadap stimulus fisik pria: bahu lebar, lengan berotot, six-pack, V-line, tinggi badan, rahang tegas, bahkan bau feromon maskulin alami.
Studi fMRI menunjukkan aktivasi area otak reward (nucleus accumbens) pada perempuan ketika melihat tubuh pria atletis hampir setara dengan respons pria melihat payudara atau bokong perempuan.
Yang paling vulgar sekaligus ilmiah: vagina perempuan bisa mengalami lubrikasi refleks tanpa stimulasi fisik sama sekali.
Ini disebut non-contact arousal atau arousal non-genital.
Ketika perempuan melihat cowok ganteng maksimal—misalnya pemain basket buka kaos, badan basah keringat, otot menonjol—sistem saraf parasimpatis mereka mengaktifkan kelenjar Bartholin dan jaringan vaskular di dinding vagina.
Hasilnya? Vagina menjadi licin, berdenyut, bahkan terasa “bernapas” atau bergetar ringan di klitoris dan pintu masuk vagina.
Fenomena ini benar-benar terjadi di kelas, di gym, di jalan, atau saat scroll Instagram.
Berbeda dengan penis pria yang butuh ereksi dan biasanya memerlukan friksi + ejakulasi untuk mencapai klimaks, vagina perempuan dirancang multi-orgasme dan multi-arousal.
Ia bisa basah berulang-ulang dalam waktu singkat tanpa “reset” seperti penis pasca-ejakulasi.
Inilah mengapa foreplay yang cukup hampir selalu membuat vagina mengeluarkan cairan lubrikasi alami dalam jumlah melimpah—tanpa perlu pelumas tambahan.
Banyak perempuan memang memilih merangsang klitoris (yang memiliki sekitar 8.000–10.000 ujung saraf, lebih padat daripada kepala penis) ketimbang penetrasi saat masturbasi.
Tapi jangan salah: fantasi penetrasi, cowok berotot menindih, atau bahkan adegan kasar tetap sangat umum dalam imajinasi seksual perempuan, terutama tipe yang tinggi pada skor “sexual openness”.
Jadi buat para cowok yang suka pamer body di gym atau Instagram: sadarilah efeknya jauh lebih dalam daripada yang kalian kira.
Saat kalian angkat beban sampai urat menonjol atau buka baju setelah latihan, tidak sedikit perempuan di sekitar kalian mengalami vagina yang tiba-tiba licin, klitoris membengkak ringan, dan denyutan di pelvis yang susah diabaikan.
Itu bukan karena mereka “murahan”. Itu murni respons fisiologis normal dari sistem saraf otonom dan hormon yang sama yang membuat kalian ereksi tiba-tiba.
Cewek bisa sange mati-matian hanya dengan mata, tanpa disentuh sekalipun.
Dan vagina mereka punya kemampuan adaptasi biologis yang luar biasa—bisa basah sendiri demi menyambut penis dengan sempurna. Alam sudah merancangnya begitu.
By Si Dew
