Header Ads Widget



Berbuka puasa identik dengan makanan dan minuman manis seperti es teh manis, kolak, sirup, atau gorengan manis. 

Rasanya memang memuaskan setelah seharian tidak makan dan minum. 

Namun, dari sudut pandang ilmiah, langsung berbuka dengan yang manis dapat memicu lonjakan gula darah yang tajam dan berdampak kurang baik bagi stabilitas tubuh.

Setelah sekitar 12–14 jam berpuasa, tubuh berada dalam kondisi sensitif terhadap asupan energi. 

Cara berbuka yang salah dapat mengganggu keseimbangan metabolisme. Berikut penjelasan ilmiahnya.

1. Lonjakan Gula Darah yang Terlalu Cepat (Sugar Spike)

Selama puasa, kadar gula darah berada pada level rendah dan stabil. Ketika langsung mengonsumsi minuman manis seperti es teh manis atau sirup, glukosa diserap sangat cepat oleh usus dan langsung masuk ke aliran darah.

Kondisi ini disebut sugar spike, yaitu peningkatan gula darah secara mendadak. Tubuh merespons dengan melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan gula darah.

Akibatnya, setelah lonjakan tersebut, gula darah justru bisa turun drastis. Hal ini menyebabkan tubuh terasa lemas, mengantuk, dan kurang bertenaga setelah berbuka.

2. Membebani Pankreas yang Sudah Lama Beristirahat

Pankreas adalah organ yang memproduksi insulin. Saat puasa, pankreas relatif bekerja lebih ringan. 

Namun ketika langsung diberi asupan gula tinggi, pankreas dipaksa bekerja keras secara tiba-tiba.

Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, sensitivitas insulin dapat menurun. 

Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko resistensi insulin dan gangguan metabolisme seperti diabetes tipe 2.

Tubuh manusia dirancang untuk beradaptasi secara bertahap, bukan menerima beban metabolik mendadak.

3. Menyebabkan Tubuh Lebih Cepat Lelah Setelah Berbuka

Ironisnya, makanan manis memang memberi energi cepat, tetapi tidak bertahan lama. Energi dari gula sederhana cepat digunakan dan cepat habis.

Sebaliknya, energi dari makanan alami seperti sayur dan buah dilepaskan lebih stabil. Ini membantu tubuh mempertahankan energi tanpa fluktuasi ekstrem.

Karena itu, banyak orang merasa mengantuk setelah minum es teh manis saat berbuka. Ini bukan karena kenyang, tetapi karena ketidakstabilan gula darah.

4. Mengganggu Sistem Pencernaan yang Baru “Bangun”

Selama puasa, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat relatif. Memberi asupan gula pekat secara langsung dapat mengejutkan sistem ini.

Hal ini dapat memicu:

  • Perut kembung
  • Mual ringan
  • Sensasi tidak nyaman di lambung

Air putih lebih aman karena membantu mengaktifkan kembali sistem pencernaan secara perlahan.

5. Cara Berbuka yang Direkomendasikan Secara Ilmiah

Pendekatan terbaik adalah memulihkan tubuh secara bertahap, bukan langsung dengan gula tinggi. Urutan yang direkomendasikan:

Pertama: air putih
Air putih membantu rehidrasi sel, memperbaiki volume darah, dan menyiapkan sistem pencernaan.

Kedua: sayur atau buah utuh
Buah mengandung serat yang memperlambat penyerapan gula. Sayur membantu menstabilkan sistem metabolisme.

Ketiga: makanan utama seimbang
Karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat membantu menjaga energi stabil.

Metode ini membantu tubuh bertransisi dari kondisi puasa ke kondisi makan secara alami.

-00-

Langsung berbuka dengan makanan atau minuman manis seperti es teh manis dan kolak dapat memicu lonjakan gula darah, membebani pankreas, dan membuat energi tidak stabil. 

Sebaliknya, memulai berbuka dengan air putih, lalu sayur atau buah, membantu tubuh beradaptasi secara bertahap, menjaga gula darah tetap stabil, dan membuat tubuh lebih bertenaga.

Tubuh manusia adalah sistem biologis yang menyukai transisi halus, bukan kejutan mendadak. 

Cara berbuka yang tepat bukan hanya soal tradisi, tetapi strategi metabolik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Post a Comment

Kasih koment di sini bro, met nikmatin isi blognya ya, keep safety