Header Ads Widget



Berurusan dengan gula darah itu seperti mengatur lalu lintas: bukan cuma soal apa yang masuk, tapi urutannya. 

Menu sederhana khas Indonesia—sayur, nasi, buah, kerupuk—bisa jadi ramah gula darah atau justru bikin lonjakan tajam, tergantung siapa masuk duluan ke “jalan” pencernaan.

Secara fisiologis, tubuh mencerna makanan berurutan. Makanan yang cepat dicerna, terutama karbohidrat sederhana, akan segera diubah menjadi glukosa dan masuk ke darah. 

Jika masuk tanpa “pengaman”, lonjakannya bisa curam. Di sinilah urutan makan berperan.

Urutan yang paling masuk akal dan didukung sains adalah: sayur → protein/lauk (jika ada) → nasi → buah → kerupuk (opsional dan terakhir).

Mengapa sayur dulu? Sayuran kaya serat, terutama serat larut, membentuk semacam gel di saluran cerna. 

Gel ini memperlambat pengosongan lambung dan penyerapan glukosa. 

Efeknya sederhana tapi penting: gula darah naik lebih pelan, pankreas tidak panik, insulin dilepas lebih stabil. Sayur bukan pembuka selera, tapi pembuka rem.

Setelah sayur, masuklah nasi. Nasi adalah sumber karbohidrat utama yang cepat menaikkan gula darah. 

Tapi karena “jalannya” sudah dilapisi serat dari sayur, lonjakan glukosa jadi lebih terkendali. 

Porsi tetap penting, tapi urutan memberi keuntungan metabolik yang nyata.

Buah sebaiknya dimakan setelah nasi, bukan sebagai pembuka. Buah memang sehat, tapi tetap mengandung gula alami (fruktosa dan glukosa). 

Jika dimakan di perut kosong, terutama buah manis, respons gula darah bisa cukup tajam. 

Dimakan setelah makan utama, gula dari buah masuk lebih perlahan dan lebih aman.

Kerupuk? Ini bagian yang sering bikin gula darah salto. Kerupuk adalah karbohidrat olahan, rendah serat, tinggi indeks glikemik, dan mudah dicerna. 

Jika tetap ingin makan, posisinya paling akhir dan dalam jumlah kecil. Lebih tepat disebut hiburan lidah daripada kebutuhan gizi.

Untuk rekomendasi sayur, pilih yang tinggi serat dan rendah pati: bayam, kangkung, brokoli, buncis, kol, pare, dan timun. 

Cara masaknya sebaiknya direbus, dikukus, atau ditumis ringan—bukan berenang di minyak.

Buah yang relatif aman untuk gula darah antara lain apel, pir, pepaya, jeruk, jambu biji, dan beri. 

Hindari konsumsi berlebihan buah sangat manis seperti durian atau mangga matang dalam satu waktu.

Intinya sederhana: jangan biarkan gula masuk sendirian. Biarkan serat membuka jalan, karbohidrat menyusul dengan tertib, dan kerupuk tahu diri. Tubuh menyukai keteraturan—gula darah pun begitu.

Post a Comment

Kasih koment di sini bro, met nikmatin isi blognya ya, keep safety