Menjadi tentara bukan soal gagah pakai seragam atau jago baris-berbaris. Intinya sederhana tapi kejam: tubuh harus siap diperas habis.
Proses seleksi militer dirancang untuk menyaring manusia yang benar-benar sehat, kuat, dan tahan banting.
Karena itu, persiapan fisik sebelum mendaftar tentara bukan opsional—ini harga masuk.
Persiapan Fisik Wajib Sebelum Mendaftar Tentara
Pertama, daya tahan kardiovaskular. Tes lari jarak menengah hingga jauh adalah menu wajib. Ini bukan sekadar melihat siapa paling cepat, tapi siapa yang jantung dan paru-parunya paling efisien.
Latihan yang disarankan meliputi lari rutin 3–5 kali seminggu, interval training, dan jogging jarak menengah.
Secara fisiologis, latihan ini meningkatkan kapasitas VO₂ max, yaitu kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara optimal. Tanpa ini, napas habis duluan sebelum tugas selesai.
Kedua, kekuatan otot dan daya tahan otot. Push-up, sit-up, pull-up, dan squat sering menjadi alat ukur. Otot yang kuat melindungi sendi, tulang, dan mencegah cedera saat membawa beban berat.
Latihan beban tubuh (bodyweight training) efektif karena meniru kondisi nyata di militer: mengangkat, menarik, mendorong, dan menopang berat sendiri plus perlengkapan.
Ketiga, komposisi tubuh ideal. Lemak tubuh berlebih adalah musuh diam-diam. Lemak yang terlalu tinggi menurunkan efisiensi gerak dan meningkatkan risiko cedera serta gangguan metabolik.
Di sisi lain, terlalu kurus juga bermasalah karena cadangan energi minim. Pola makan seimbang—protein cukup, karbohidrat kompleks, lemak sehat—lebih penting daripada sekadar “kurus cepat”.
Keempat, fleksibilitas dan mobilitas. Banyak yang meremehkan ini, lalu kalah karena cedera otot. Peregangan dinamis dan statis menjaga rentang gerak sendi tetap optimal.
Tentara bergerak di medan tidak ramah: naik-turun, lompat, merayap. Tubuh kaku itu tiket cepat ke ruang medis.
Kelima, ketahanan mental melalui fisik. Latihan fisik keras melatih sistem saraf dan hormon stres. Saat tubuh terbiasa kelelahan, otak belajar tetap fokus.
Ini penting karena militer menguji kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan, bukan di sofa sambil ngopi.
Kenapa Tentara Harus Fit Secara Fisik?
Jawabannya brutal tapi jujur: tugas militer menuntut fungsi biologis maksimal. Tentara membawa beban berat, bergerak lama tanpa istirahat, kurang tidur, dan berada di lingkungan ekstrem.
Tubuh yang fit menjaga kestabilan hormon, sistem imun, dan fungsi kognitif.
Secara ilmiah, kebugaran fisik berkaitan langsung dengan kecepatan reaksi, koordinasi motorik, dan daya tahan mental.
Tentara yang tidak fit bukan hanya membahayakan dirinya sendiri, tapi juga tim. Dalam konteks operasional, satu orang lemah bisa memperlambat seluruh unit.
Selain itu, tubuh bugar lebih tahan terhadap penyakit dan cedera. Ini menekan biaya medis dan meningkatkan kesiapan tempur.
Militer bukan sekadar organisasi fisik, tapi sistem yang bergantung pada efisiensi manusia sebagai “alat utama”.
Singkatnya, tentara harus fit karena tubuh mereka adalah senjata pertama. Senjata berkarat jelas tidak layak dibawa ke medan apa pun.
