Dunia pertemanan cowok itu penuh kode halus yang kadang lebih rumit dari matematika integral.
Banyak orang mengira cowok yang kelihatan manly dan kalem itu minim ekspresi.
Padahal, justru di balik sikap cool itu sering tersembunyi rasa suka yang dikemas rapi. Termasuk dari kalangan boti (bottom), yang biasanya lebih hati-hati mengungkapkan ketertarikan karena khawatir ditolak atau disalahpahami.
Beberapa boti tidak berani menyatakan langsung. Mereka pakai strategi senyap: perlahan masuk lewat interaksi digital dan sosial, menciptakan kedekatan natural tanpa terlihat memaksa.
Kalau akhir-akhir ini kamu merasa ada seseorang yang gerak-geriknya agak berbeda, mungkin kamu sedang jadi target gebetan diam-diam. Berikut tanda-tanda umum bahwa kamu sedang disukai oleh seorang boti.
-00-
Pertama, dia sering like story Instagram kamu. Konsisten. Bukan cuma sekali dua kali. Bahkan story yang enggak penting sekalipun—foto kopi hitam, kucing lewat, atau pemandangan hujan—selalu dapat tanda hati darinya.
Ini bukan sekadar apresiasi estetika; ini cara aman untuk menunjukkan atensi tanpa terlihat agresif. Like di story adalah sinyal: “Aku memperhatikan kamu”, tapi tanpa risiko memulai chat duluan.
-00-
Kedua, dia selalu like postinganmu saat gym atau workout. Ini kode klasik. Banyak boti punya ketertarikan pada sosok cowok yang sporty, sehat, dan proporsional.
Ketika kamu upload progress tubuh, pose barbel, atau sekadar pakai tanktop habis olahraga, dia akan cepat hadir di barisan likers.
Kadang cuma butuh satu detik setelah upload, notifikasinya sudah muncul. Ini bentuk ketertarikan fisik yang benar-benar jelas, karena konten fitness biasanya paling memicu rasa kagum dan daya tarik visual.
-00-
Ketiga, kadang dia bertanya tentang hidup sehat supaya bisa punya topik untuk akrab. Misalnya nanya: “Bro, suplemen yang bagus apa?” atau “Latihan chest biar kebentuk gimana?” atau “Kalau jaga makan, biasanya menu apa?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sebenarnya bisa dicari di Google, tapi dia sengaja nanya ke kamu agar punya alasan chat, supaya terasa ada hubungan dan kedekatan.
Ini taktik diplomasi sosial yang halus, membangun koneksi lewat tema yang aman dan umum. Dari pola ini, biasanya akan muncul percakapan lebih personal perlahan.
-00-
Keempat, dia suka nanyain kamu ke teman dekatmu supaya temanmu yang ngomong ke kamu. Strategi ini mirip proxy approach. Alih-alih mendekat langsung, dia akan cari informasi dulu: apakah kamu single? kamu tipe cowok seperti apa? kamu nyaman berteman dengan lingkaran pelangi atau enggak?
Bahkan kadang temanmu akan tiba-tiba bilang, “Si A suka ngobrolin kamu, loh.” Itu bukan kebetulan. Itu skenario yang sudah direncanakan dengan niat menanam bibit harapan.
Tanda-tanda ini bukan jaminan 100% bahwa dia naksir. Tapi jika semuanya muncul sekaligus secara konsisten, kemungkinan besar kamu memang sedang disukai. Tidak ada salahnya mengapresiasi bentuk perhatian ini.
Di era sosial yang makin terbuka, ketertarikan adalah sesuatu yang wajar, manusiawi, dan enggak perlu ditanggapi dengan defensif.
Kalau kamu nyaman, beri ruang interaksi yang sopan. Kalau kamu tidak tertarik, tetap hargai tanpa perlu merendahkan. Rasa suka adalah hadiah kecil dari semesta: bukti bahwa kamu menarik dalam pandangan seseorang. Dan itu patut dibanggakan.