LAUT BERCERITA FULL MOVIE
Film Laut Bercerita, Kisah Aktivis yang Diculik dan Sejarah yang Belum Selesai
Film Laut Bercerita mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026. Diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori, film ini mengangkat kisah aktivis mahasiswa yang menjadi korban penculikan menjelang runtuhnya Orde Baru.
Cerita ini membawa penonton kembali ke Indonesia pada dekade 1990-an. Masa ketika kritik terhadap pemerintah bisa berujung penangkapan, penyiksaan, bahkan penghilangan paksa.
Tokoh utama film ini adalah Biru Laut, seorang mahasiswa di Yogyakarta yang diperankan Reza Rahadian.
Perlawanan Biru Laut
Biru Laut adalah mahasiswa yang memiliki perhatian besar terhadap persoalan sosial dan politik. Bersama sejumlah temannya, ia aktif berdiskusi, membaca buku, dan membicarakan keadaan negara.
Mereka tergabung dalam kelompok Winatra. Beberapa anggotanya adalah Kasih Kinanti, Bram, Daniel Tumbuan, Alex Perazon, dan Sunu Dyantoro.
Kelompok ini tidak puas melihat keadaan Indonesia di bawah pemerintahan Orde Baru. Mereka mengkritik kekuasaan dan terlibat dalam gerakan perlawanan terhadap pemerintahan yang dianggap otoriter.
Aktivitas tersebut membuat mereka berada dalam pengawasan aparat.
Situasi semakin berbahaya ketika sejumlah anggota kelompok mulai diburu. Mereka berpindah tempat, bersembunyi, dan berusaha menghindari penangkapan.
Namun, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil. Biru Laut akhirnya ditangkap bersama sejumlah aktivis lainnya.
Mereka mengalami penyiksaan dan tidak diketahui keberadaannya.
Kisah Biru Laut menjadi gambaran tentang nasib aktivis yang mengalami penghilangan paksa menjelang berakhirnya pemerintahan Soeharto.
Keluarga yang Menunggu Kepastian
Cerita Laut Bercerita tidak berhenti pada perjuangan para aktivis. Film ini juga memperlihatkan penderitaan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Asmara Jati, adik Biru Laut, menjadi salah satu tokoh penting dalam bagian cerita ini. Ia diperankan Yunita Siregar.
Bagi keluarga Biru Laut, kehilangan seseorang tanpa mengetahui nasibnya merupakan persoalan yang berat. Mereka tidak tahu apakah Biru Laut masih hidup atau sudah meninggal.
Tidak ada jenazah yang bisa dimakamkan. Tidak ada tempat untuk berziarah. Tidak ada penjelasan yang memadai tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Keluarga korban penghilangan paksa mengalami keadaan serupa. Mereka terus mencari, menunggu, dan meminta kejelasan.
Persoalan ini menunjukkan bahwa dampak penculikan tidak berhenti pada orang yang menjadi korban. Keluarga juga menanggung akibatnya selama bertahun-tahun.
Diangkat dari Novel Leila S. Chudori
Laut Bercerita merupakan adaptasi dari novel karya Leila S. Chudori yang diterbitkan pada 2017.
Novel tersebut mendapat perhatian luas karena mengangkat persoalan penghilangan paksa aktivis pada masa Orde Baru melalui cerita fiksi yang didukung riset sejarah.
Film panjangnya disutradarai Yosep Anggi Noen. Ia juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Leila S. Chudori.
Sejumlah aktor ternama terlibat dalam film ini. Selain Reza Rahadian dan Yunita Siregar, terdapat Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, Kevin Julio, Ben Nugroho, dan Dewa Dayana.
Film berdurasi 135 menit ini diproduksi oleh Pal 8 Pictures bersama VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak, dan Brandlink.
Proses penggarapannya berlangsung cukup panjang sejak novel tersebut diterbitkan.
Sejarah yang Belum Selesai
Penghilangan paksa aktivis merupakan salah satu catatan kelam sejarah Indonesia. Peristiwa ini berkaitan dengan situasi politik menjelang berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada 1998.
Sejumlah aktivis prodemokrasi diculik. Sebagian kembali, tetapi sebagian lainnya tidak pernah ditemukan hingga sekarang.
Kasus tersebut menyisakan pertanyaan tentang nasib para korban dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat.
Karena itu, Laut Bercerita memiliki arti lebih luas daripada sebuah film drama. Ceritanya mengingatkan penonton pada persoalan hak asasi manusia yang belum memperoleh penyelesaian.
Film ini juga mengajak generasi muda memahami sejarah demokrasi Indonesia. Kebebasan menyampaikan pendapat, berkumpul, dan mengkritik pemerintah merupakan hak warga negara yang harus dilindungi.
Perjuangan demokrasi tidak selalu berlangsung melalui peristiwa besar. Ada mahasiswa yang membaca buku, berdiskusi, menulis, dan menyuarakan kritik. Namun, tindakan tersebut pernah membawa risiko yang sangat besar.
Pada akhirnya, Laut Bercerita berbicara tentang dua hal, yakni keberanian melawan ketidakadilan dan penderitaan keluarga korban penghilangan paksa.
Orang-orang yang hilang mungkin tidak lagi hadir secara fisik. Namun, nama dan kisah mereka tidak boleh dihapus dari sejarah.
Sebab, bangsa yang melupakan masa lalunya berisiko mengulangi kesalahan yang sama.