Sunat Saat Dewasa
Usia Berapa Sebaiknya Laki-Laki Sunat? Ini Waktu dan Manfaatnya bagi Kesehatan Reproduksi
Sunat atau sirkumsisi merupakan tindakan mengangkat kulup atau kulit yang menutupi kepala penis. Di Indonesia, sunat umumnya dilakukan sejak masa kanak-kanak hingga remaja, dengan pertimbangan agama, budaya, kesehatan, maupun pilihan keluarga.
Dari sisi medis, tidak ada satu usia yang wajib menjadi patokan untuk semua anak laki-laki. Waktu yang tepat bergantung pada kondisi kesehatan, perkembangan anak, kesiapan menjalani tindakan, serta ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten.
1. Bayi dapat menjalani sunat
Sunat dapat dilakukan sejak masa bayi apabila kondisi kesehatan memungkinkan. WHO mencatat bahwa sunat pada bayi dapat dilakukan dengan aman oleh tenaga kesehatan terlatih dan prosedurnya relatif lebih mudah dibandingkan pada usia yang lebih besar.
Namun, bayi prematur, memiliki berat lahir rendah, atau mempunyai kelainan pada penis mungkin membutuhkan penundaan dan evaluasi medis terlebih dahulu.
2. Masa kanak-kanak juga merupakan pilihan
Banyak anak menjalani sunat pada masa kanak-kanak. Pada usia ini, anak sudah dapat memahami sebagian proses yang akan dijalani, meskipun tingkat kesiapan psikologis berbeda-beda.
Yang penting adalah prosedur dilakukan di fasilitas kesehatan atau oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi.
3. Remaja juga masih dapat menjalani sunat
Sunat tidak kehilangan manfaat kesehatan hanya karena dilakukan setelah masa kanak-kanak.
WHO menyatakan sirkumsisi medis pada remaja dan pria dewasa dapat dilakukan dengan aman jika dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan prosedur yang sesuai.
4. Tidak ada satu usia yang berlaku untuk semua orang
Pertanyaan "usia paling tepat" sebenarnya perlu dilihat berdasarkan kondisi individu.
Jika dilakukan pada bayi, prosedurnya umumnya lebih singkat dan pemulihannya relatif cepat. Jika dilakukan pada anak atau remaja, faktor kesiapan psikologis dan kemampuan mengikuti instruksi perawatan luka menjadi lebih penting.
5. Sunat dapat membantu menjaga kebersihan penis
Setelah kulup diangkat, area kepala penis lebih mudah dibersihkan. Hal ini dapat membantu mengurangi penumpukan smegma dan beberapa masalah yang berkaitan dengan kebersihan kulup.
Namun, penis yang tidak disunat juga dapat dijaga kebersihannya dengan perawatan yang benar.
6. Risiko infeksi saluran kemih dapat berkurang
Sejumlah bukti menunjukkan sunat pada bayi dan anak berkaitan dengan penurunan risiko infeksi saluran kemih tertentu. CDC juga mencantumkan penurunan kejadian infeksi saluran kemih pada bayi sebagai salah satu manfaat kesehatan sirkumsisi.
Besarnya manfaat berbeda berdasarkan usia dan kondisi individu.
7. Sunat memberikan perlindungan sebagian terhadap beberapa IMS
Sunat pada pria terbukti memberikan perlindungan sebagian terhadap penularan HIV melalui hubungan seksual vaginal pada pria heteroseksual dalam populasi dan kondisi tertentu.
CDC mencatat penelitian menunjukkan penurunan risiko akuisisi HIV sekitar 50–60 persen pada pria heteroseksual yang disunat dalam uji klinis di wilayah Afrika dengan prevalensi HIV tinggi.
Sunat juga berkaitan dengan penurunan risiko beberapa infeksi lain, termasuk HPV genital dan herpes genital.
8. Sunat bukan perlindungan penuh dari HIV dan IMS
Ini bagian yang penting. Sunat bukan pengganti kondom atau metode pencegahan HIV lainnya.
CDC menekankan bahwa manfaat perlindungan terhadap HIV bersifat parsial. Kondom, pemeriksaan IMS, PrEP bila sesuai indikasi, dan praktik seksual yang lebih aman tetap memiliki peran penting.
9. Tidak berarti pria yang tidak disunat pasti tidak sehat
Pria yang tidak disunat tetap dapat memiliki penis dan sistem reproduksi yang sehat.
Kebersihan penis, perilaku seksual, kondisi kesehatan, dan pemeriksaan medis ketika muncul keluhan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi.
10. Prosedur harus dilakukan secara aman
Manfaat sunat sangat berkaitan dengan keamanan prosedurnya. Infeksi, perdarahan, atau cedera dapat terjadi jika tindakan dilakukan dengan teknik yang tidak tepat.
WHO merekomendasikan layanan sirkumsisi medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten dengan pengendalian infeksi dan perawatan luka yang baik.
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk sunat?
Tidak ada satu usia yang mutlak paling tepat. Sunat dapat dilakukan sejak bayi, masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa dengan pertimbangan medis yang berbeda pada setiap tahap usia.
Dari perspektif kesehatan reproduksi, manfaatnya mencakup kemudahan menjaga kebersihan, penurunan risiko beberapa infeksi, serta perlindungan parsial terhadap HIV dan beberapa IMS tertentu. Namun, sunat bukan jaminan bebas penyakit dan tidak menentukan kesuburan atau kemampuan seksual seorang pria.
Jika sunat dilakukan karena alasan medis, dokter dapat menentukan waktu yang paling sesuai berdasarkan kondisi penis, kesehatan umum, dan kebutuhan pasien.