Selamat Datang di Nara Kata Media

Sajian Sastra, Budaya, dan Pemikiran Kritis

Brondong Diculik


Fakta tentang Penis, Kapan Berhenti Tumbuh dan Kenapa Ukurannya Bisa Berubah?

Ukuran penis sering menjadi perhatian pria. Padahal, penis merupakan organ tubuh yang sangat dinamis. Ukurannya dapat berubah sesuai kondisi tubuh, suhu, aliran darah, dan tingkat rangsangan seksual.

Yang juga penting dipahami, pertumbuhan penis memiliki batas biologis. Setelah masa pubertas selesai, penis umumnya tidak terus bertambah panjang seperti pertumbuhan tubuh pada masa remaja.

1. Pertumbuhan penis terutama terjadi saat pubertas

Pertumbuhan penis paling banyak terjadi selama masa pubertas ketika terjadi peningkatan aktivitas hormon seks, terutama testosteron.

Pada periode ini, testis dan organ reproduksi lainnya juga mengalami perkembangan. Kecepatan dan waktu pertumbuhan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

2. Kapan penis berhenti tumbuh?

Tidak ada satu usia yang berlaku sama untuk semua pria. Namun, pertumbuhan penis umumnya berhenti setelah pubertas selesai, biasanya pada akhir masa remaja hingga awal usia 20-an.

Setelah pertumbuhan fisik selesai, tidak ada bukti bahwa latihan atau metode tertentu dapat membuat penis bertambah panjang secara permanen pada pria dewasa yang sehat.

3. Ukuran penis saat tidak ereksi sangat fleksibel

Penis dalam kondisi tidak ereksi dapat memiliki ukuran yang sangat berbeda antara satu waktu dan waktu lainnya.

Suhu dingin, stres, aktivitas fisik, kecemasan, dan kondisi tubuh dapat menyebabkan penis tampak lebih kecil atau lebih mengerut.

Sebaliknya, kondisi tubuh yang rileks dan hangat dapat membuatnya tampak lebih panjang.

4. Penis dapat memanjang dan membesar ketika ereksi

Ketika mendapat rangsangan seksual, pembuluh darah di penis melebar dan aliran darah menuju jaringan erektil meningkat.

Jaringan tersebut kemudian terisi darah sehingga penis menjadi lebih besar, lebih panjang, dan lebih keras.

Inilah alasan mengapa ukuran penis saat ereksi berbeda dengan ukuran saat tidak ereksi.

5. Ukuran penis tidak selalu sama setiap hari

Bahkan pada orang yang sama, ukuran penis saat tidak ereksi dapat berubah beberapa kali dalam sehari.

Suhu lingkungan, tingkat stres, aktivitas fisik, dan aliran darah dapat memengaruhinya. Karena itu, membandingkan ukuran penis berdasarkan kondisi tidak ereksi dapat menghasilkan kesimpulan yang keliru.

6. Suhu dingin membuat penis tampak mengecil

Ketika tubuh menghadapi suhu dingin, pembuluh darah di kulit mengalami penyempitan untuk mempertahankan panas tubuh.

Penis juga dapat mengalami perubahan tersebut sehingga terlihat lebih kecil atau lebih pendek untuk sementara.

Setelah tubuh kembali hangat, ukurannya biasanya kembali seperti sebelumnya.

7. Berat badan dapat memengaruhi penampilan ukuran penis

Lemak yang menumpuk di area sekitar tulang kemaluan dapat membuat sebagian pangkal penis terlihat lebih tersembunyi.

Akibatnya, penis dapat tampak lebih pendek meskipun ukuran jaringan penis sebenarnya tidak mengalami perubahan.

Penurunan berat badan pada pria dengan kelebihan lemak tubuh dapat membuat bagian penis yang terlihat menjadi lebih banyak.

8. Ukuran bukan satu-satunya faktor dalam fungsi seksual

Kemampuan ereksi, kesehatan pembuluh darah, sensitivitas, komunikasi dengan pasangan, dan kondisi psikologis juga berperan dalam kehidupan seksual.

Karena itu, ukuran penis tidak dapat digunakan sebagai ukuran tunggal kemampuan seksual atau kesuburan pria.

9. Penis tidak terus membesar karena sering digunakan

Ada anggapan bahwa semakin sering penis mengalami ereksi atau digunakan untuk aktivitas seksual, semakin besar ukurannya.

Tidak demikian. Ereksi merupakan perubahan sementara akibat peningkatan aliran darah, bukan proses pertumbuhan jaringan seperti pertumbuhan otot.

10. Perubahan ukuran yang mendadak perlu diperhatikan

Perubahan kecil akibat suhu atau kondisi tubuh merupakan hal yang normal. Namun, perubahan bentuk atau ukuran yang berlangsung menetap, terutama jika disertai nyeri, benjolan, kelengkungan baru, atau gangguan ereksi, sebaiknya diperiksakan.

Jadi, kapan penis berhenti tumbuh?

Secara umum, pertumbuhan penis selesai setelah pubertas berakhir, biasanya pada akhir masa remaja atau awal usia 20-an. Setelah itu, ukuran penis tidak mengalami pertumbuhan alami yang berarti.

Yang membuat penis terlihat fleksibel adalah kemampuannya berubah antara kondisi tidak ereksi dan ereksi. Perubahan aliran darah, suhu, stres, aktivitas fisik, serta kondisi tubuh dapat membuat ukuran penis tampak berbeda dari waktu ke waktu.

Jadi, penis memang memiliki ukuran yang relatif tetap setelah pertumbuhan selesai, tetapi penampilannya sangat dinamis. Perubahan tersebut merupakan bagian dari fisiologi normal tubuh pria.