Brondong Atletis
Benarkah Tubuh Berotot Membuat Penis Lebih Kecil?
Benarkah Tubuh Berotot Membuat Penis Lebih Kecil? Ini Fakta Ilmiahnya
Tubuh berotot sering diasosiasikan dengan kadar testosteron tinggi dan kemampuan seksual yang baik. Dari sini muncul anggapan bahwa pria yang rajin latihan beban seharusnya memiliki penis yang lebih besar.
Sebaliknya, atlet binaraga kadang terlihat memiliki penis yang relatif kecil dibandingkan proporsi tubuhnya. Apakah latihan beban benar-benar membuat penis mengecil?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Massa otot dan ukuran penis merupakan dua karakteristik tubuh yang berbeda dan tidak memiliki hubungan langsung yang kuat.
1. Otot besar tidak berarti penis lebih besar
Pertumbuhan otot terutama dipengaruhi oleh latihan, nutrisi, hormon, genetika, dan respons tubuh terhadap latihan.
Sementara itu, ukuran penis terutama ditentukan oleh faktor genetik dan perkembangan selama masa pubertas.
Karena mekanisme pertumbuhannya berbeda, pria dengan otot besar tidak otomatis memiliki penis yang lebih besar.
2. Ukuran penis bukan indikator kadar testosteron
Testosteron memang berperan penting dalam perkembangan organ reproduksi selama masa pubertas. Namun, ukuran penis pada pria dewasa tidak dapat digunakan untuk memperkirakan kadar testosteron seseorang.
Dua pria dengan kadar testosteron normal dapat memiliki ukuran penis yang berbeda.
3. Binaraga tidak membuat penis mengecil secara langsung
Latihan beban secara alami tidak menyebabkan penis menyusut.
Jika seorang binaragawan terlihat memiliki penis lebih kecil, terdapat beberapa kemungkinan yang berkaitan dengan proporsi tubuh dan kondisi penis saat tidak ereksi.
4. Proporsi tubuh dapat menciptakan ilusi visual
Ini salah satu penjelasan yang paling mudah dilihat.
Ketika paha, bokong, pinggang, dan otot perut membesar, ukuran penis dapat terlihat lebih kecil secara proporsional.
Hal yang sama terjadi pada pria dengan tubuh sangat besar. Penisnya mungkin memiliki ukuran yang normal, tetapi terlihat lebih kecil karena dibandingkan dengan massa tubuh yang jauh lebih besar.
5. Lemak di sekitar pangkal penis juga berpengaruh
Sebagian pria memiliki jaringan lemak yang menumpuk di area sekitar tulang kemaluan.
Lemak tersebut dapat menutupi sebagian pangkal penis sehingga bagian yang terlihat menjadi lebih pendek.
Kondisi ini lebih berkaitan dengan komposisi tubuh daripada ukuran penis sebenarnya.
6. Penis dalam kondisi tidak ereksi sangat mudah berubah ukurannya
Ukuran penis saat tidak ereksi dipengaruhi suhu, stres, aktivitas fisik, dan aliran darah.
Setelah latihan berat, misalnya, aliran darah tubuh lebih banyak diarahkan ke otot yang sedang bekerja. Ditambah suhu tubuh dan perubahan sistem saraf, penis dapat terlihat lebih kecil untuk sementara.
Kondisi tersebut bukan berarti ukuran penis berkurang secara permanen.
7. Binaragawan yang menggunakan steroid memiliki kondisi berbeda
Ini bagian yang penting.
Penggunaan steroid anabolik androgenik dari luar dapat mengganggu produksi hormon alami tubuh. Ketika hormon dari luar menekan produksi testosteron alami, testis dapat mengalami pengecilan atau atrofi.
Namun, hal ini berbeda dengan penis mengecil. Penggunaan steroid terutama dapat memengaruhi ukuran testis dan produksi sperma, bukan membuat penis dewasa menyusut seperti yang sering diasumsikan.
Penggunaan steroid anabolik tanpa pengawasan medis juga memiliki berbagai risiko kesehatan.
8. Latihan kaki tidak membuat penis mengecil
Ada anggapan bahwa latihan squat, leg press, atau latihan kaki dengan beban berat membuat penis mengecil karena darah "dipindahkan" ke kaki.
Tidak ada dasar fisiologis yang menunjukkan bahwa latihan kaki menyebabkan pengecilan penis permanen.
Perubahan tampilan setelah olahraga biasanya bersifat sementara.
9. Massa otot tidak menentukan kualitas seksual
Pria yang berotot belum tentu memiliki fungsi seksual yang lebih baik dibandingkan pria dengan tubuh biasa.
Fungsi seksual dipengaruhi oleh kesehatan pembuluh darah, saraf, hormon, kondisi psikologis, tidur, kebugaran, obat-obatan, serta berbagai faktor lainnya.
Karena itu, ukuran otot maupun penis bukan ukuran tunggal kemampuan seksual seorang pria.
10. Ukuran penis dan ukuran tubuh memang tidak selalu sebanding
Tidak ada aturan biologis bahwa pria yang tinggi, besar, atau berotot harus memiliki penis yang besar.
Genetika menentukan banyak karakteristik fisik secara berbeda. Karena itu, seorang pria bertubuh besar dapat memiliki penis berukuran rata-rata, sementara pria dengan tubuh lebih kecil dapat memiliki ukuran yang berbeda.
Jadi, kenapa penis atlet binaraga bisa terlihat kecil?
Ada beberapa kemungkinan. Proporsi tubuh yang sangat berotot dapat menciptakan efek visual, ukuran penis saat tidak ereksi memang sangat fleksibel, dan lemak di sekitar pangkal penis dapat memengaruhi bagian yang terlihat.
Pada binaragawan yang menggunakan steroid anabolik, masalah hormonal juga dapat menyebabkan testis mengecil, tetapi hal tersebut berbeda dari penis yang mengecil.
Dengan demikian, tidak ada hubungan langsung bahwa semakin besar otot seseorang, semakin kecil penisnya. Otot dan ukuran penis berkembang melalui mekanisme biologis yang berbeda.