Selamat Datang di Nara Kata Media

Sajian Sastra, Budaya, dan Pemikiran Kritis

Widget HTML #1

Benarkah Ngegym Bikin Cowok Jadi “Boti”? Ini Penjelasan Ilmiahnya


Istilah “boti” sering muncul di percakapan santai untuk menggambarkan laki-laki dengan ekspresi atau perilaku yang dianggap lebih feminin. 

Lalu muncul pertanyaan: benarkah ngegym bisa “mengubah” cowok jadi seperti itu? Jawabannya tidak sesederhana mitos yang beredar. 

Secara ilmiah, tidak ada hubungan langsung antara aktivitas gym dengan perubahan orientasi atau ekspresi gender seseorang. 

Berikut penjelasan lengkapnya dalam sudut pandang ilmiah.

1. Tidak benar, justru gym membentuk otot dan hormon tetap stabil

Olahraga beban di gym secara umum meningkatkan massa otot dan kekuatan fisik. Latihan resistance training terbukti dapat meningkatkan produksi hormon testosteron dalam jangka pendek, terutama setelah sesi latihan intens. 

Testosteron adalah hormon yang berperan dalam pembentukan otot, energi, dan karakteristik maskulin.

Artinya, dari sisi biologis, ngegym justru memperkuat ciri fisik maskulin, bukan sebaliknya. Tidak ada mekanisme ilmiah yang menunjukkan bahwa angkat beban bisa mengubah orientasi seksual atau ekspresi gender seseorang.

2. Bisa jadi karena penggunaan steroid anabolik

Nah, ini yang sering disalahpahami. Beberapa individu yang ingin hasil instan kadang menggunakan steroid anabolik. Penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan medis bisa mengganggu keseimbangan hormon alami tubuh.

Efek sampingnya termasuk penurunan produksi testosteron alami, gangguan libido, hingga perubahan mood. Dalam beberapa kasus, ketidakseimbangan hormon ini bisa memengaruhi perilaku atau kondisi psikologis. 

Tapi penting digarisbawahi: ini bukan karena gym-nya, melainkan karena penyalahgunaan zat kimia.

3. Faktor lingkungan sosial di gym

Lingkungan gym sering diisi oleh orang-orang yang fokus pada penampilan tubuh, gaya hidup sehat, dan estetika. Interaksi sosial di dalamnya bisa memengaruhi cara seseorang berbicara, berpakaian, atau mengekspresikan diri.

Namun ini adalah faktor sosial, bukan biologis. Sama seperti seseorang yang sering nongkrong di komunitas tertentu, pasti akan ada adaptasi gaya komunikasi. Ini bukan perubahan identitas, tapi lebih ke penyesuaian sosial.

4. Tidak ada hubungan langsung—itu sudah bagian dari diri seseorang

Secara psikologi dan biologi, orientasi seksual dan ekspresi gender adalah hal yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor genetik, hormonal sejak dalam kandungan, serta lingkungan sejak kecil. Gym bukan faktor penentu.

Jika seseorang terlihat lebih “lembut” setelah rutin ngegym, kemungkinan besar itu memang bagian dari kepribadiannya yang sejak awal sudah ada, bukan karena latihan fisik yang dilakukan.

-00-

Mitos bahwa ngegym bisa membuat cowok jadi “boti” tidak memiliki dasar ilmiah. Justru sebaliknya, gym berperan dalam meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan otot, dan keseimbangan hormon. 

Kalau pun ada perubahan perilaku atau ekspresi, itu lebih dipengaruhi oleh faktor sosial atau kondisi lain seperti penggunaan steroid.

Jadi, kalau tujuanmu ngegym adalah untuk sehat dan membentuk tubuh ideal, tidak perlu khawatir dengan stigma yang tidak berdasar. Fokus saja pada progresmu, karena sains jelas berpihak pada fakta: olahraga itu menyehatkan, bukan “mengubah identitas.”