Header Ads Widget

Terungkap! Rahasia Ilmiah Mengapa Cowok Bisa Nikmat dan Keluar Pejuh Saat Dientot dari Belakang oleh Sesama Cowok




Dalam dunia seksualitas manusia, seks anal antar pria sering dianggap tabu atau misterius.

Padahal secara ilmiah, kenikmatan yang dirasakan pria saat penetrasi anal adalah fakta biologis yang nyata.

Banyak pria—baik heteroseksual maupun homoseksual—bisa mencapai klimaks intens bahkan ejakulasi hanya dari stimulasi di lubang anus.

Ini bukan mitos, melainkan hasil anatomi dan fisiologi tubuh pria yang unik.

Anatomi Kunci: Prostat atau “G-spot Pria”

Pria memiliki kelenjar prostat yang terletak sekitar 5–7 cm di dalam rektum, tepat di belakang dinding depan anus.

Kelenjar ini sering disebut “P-spot” atau “G-spot pria” karena fungsinya mirip dengan titik sensitif pada wanita.

Saat penis atau mainan seks memasuki anus dan menekan atau menggesek area prostat, sensasi kenikmatan yang dihasilkan bisa sangat kuat—bahkan lebih intens daripada stimulasi penis langsung.

Prostat memproduksi cairan prostat yang merupakan bagian utama dari air mani.

Stimulasi kuat pada prostat bisa memicu kontraksi otot di sekitarnya, sehingga cairan keluar (sering disebut “pejuh” atau “susu”) meskipun penis tidak selalu ereksi penuh.

Area anus dan rektum juga dipenuhi ujung saraf sensorik, terutama saraf pudendal yang terhubung langsung ke pusat kenikmatan di otak.

Gesekan ritmis pada dinding rektum merangsang saraf-saraf ini, menciptakan gelombang kenikmatan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Orgasme Prostat Berbeda dari Orgasme Biasa

Penelitian menunjukkan orgasme yang berasal dari prostat (prostate orgasm) memiliki ciri khas:

Bisa lebih kuat dan melibatkan seluruh tubuh (whole-body orgasm).

Kontraksi otot lebih dalam dan panjang.

Bisa terjadi tanpa sentuhan penis sama sekali.

Sering digambarkan sebagai sensasi “meledak dari dalam” atau euforia yang lebih dalam.

Beberapa pria melaporkan bahwa otak mereka “terlatih” atau “rewired” untuk mengasosiasikan stimulasi anal dengan kenikmatan ekstrem, sehingga pengalaman semakin nikmat seiring waktu.

Faktor Fisiologi dan Psikologi

Saat prostat distimulasi, tubuh melepaskan endorfin dan dopamin—hormon kebahagiaan yang menciptakan rasa “nge-fly”.

Ini mirip dengan mekanisme orgasme G-spot pada wanita. Ejakulasi prostat bisa keluar sebagai cairan bening atau putih susu, kadang tanpa sperma karena bukan berasal dari testis, melainkan dari kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

Dari sisi psikologi, rasa nyaman, relaksasi, dan kepercayaan pada pasangan sangat memengaruhi intensitas kenikmatan.

Stres atau ketegangan justru bisa menghambat sensasi tersebut.

-00-

Fenomena ini membuktikan bahwa seksualitas pria jauh lebih kompleks daripada sekadar stimulasi penis.

Stimulasi anal bisa menghasilkan orgasme yang sangat powerful berkat peran prostat dan jaringan saraf di rektum.

Namun, untuk aman dan nyaman:

- Gunakan pelumas berbasis air atau silikon yang banyak.

- Pakai kondom untuk mencegah infeksi menular seksual.

- Lakukan perlahan dan dengan persetujuan penuh (konsensual).

- Jika ada nyeri, perdarahan, atau kekhawatiran kesehatan, segera konsultasi ke dokter.

Seksualitas adalah bagian alami dari manusia. Memahami ilmu di baliknya membantu menghilangkan stigma dan mendorong praktik yang lebih aman serta menyenangkan.

Post a Comment

Kasih koment di sini bro, met nikmatin isi blognya ya, keep safety